in ,

Ketika Ladyboy di Thailand Harus Ikut Wajib Militer

Soreini.com, Thailand sangat banyak dengan kaum transgender, meskipun memiliki wajah cantik dan tubuh seperti layaknya wanita, bukan berarti mereka bebas dari tanggung jawab seorang pria pada negara.

Terlihat sekelompok transgender Thailand yang duduk dengan pakaian wanita dibelakang barisan pria. Mereka menunggu petugas militer memanggil nama mereka, memutuskan mereka harus menjalani wajib militer atau tidak.

 

“Aku dilahirkan laki-laki, jadi aku harus ada di sini, seperti tugas panggilan,” kata Kanphitcha Sungsuk salah seorang ladyboy dilansir dari nbcnews.com.


Seorang perwira militer mmemasang selotip di lengan seorang wanita transgender selama draf militer di Bangkok, Thailand, pada 5 April 2017.


Meskipun begitu, para ladyboy banyak yang mengeluh karena hanya diperlakukan sebagai warga negara kelas dua.

Belum lagi, ketika masuk di usia 21 tahun, mimpi buruk harus mengikuti wajib militer mereka hadapi.

“Sebagian besar mereka khawatir akan menanggalkan pakaiannya, atau dipermalukan di depan umum,” kata Jetsada Taesombat, direktur eksekutif Aliansi Transgender Thailand untuk Hak Asasi Manusia.

“Beberapa orang sangat stres bahkan ingin bunuh diri untuk menghindari wajib militer,” tambahnya.

Seorang wanita transgender menunggu pemeriksaan kesehatan selama draf militer di Bangkok, Thailand, Athit Perawongmetha / Reuters
Seorang wanita transgender menunggu pemeriksaan kesehatan selama draf militer di Bangkok, Thailand,
Setiap bulan April, pria-pria Thailand yang berusia 21 tahun harus secara sukarela melayani negara selama enam bulan.

Sebuah kasus kematian saat wajib militer setelah pemukulan oleh tentara minggu ini menyoroti kebrutalan kehidupan tentara yang banyak ingin dihindari orang.

Pengecualian dibuat untuk mereka yang secara fisik atau mental tidak mampu.

Wajib militer juga diperuntukkan untuk wanita transgender.

Dokter akan memeriksa mereka apakah telah megalami perubahan fisik seperti telah operasi payudara atau operasi kelamin.

Seorang wanita transgender duduk sambil menunggu dokumennya selama draf militer di Bangkok, Thailand, pada 5 April 2017. Athit Perawongmetha / Reuters
Seorang wanita transgender duduk sambil menunggu dokumennya selama draf militer di Bangkok, Thailand, pada 5 April 2017.
BACA JUGA: John Lie, Tentara yang Jago Menyelundupkan Senjata dan Sering Mengelabuhi Patroli Kapal Perang Belanda

Mereka yang memiliki perubahan fisik, yang menunjukkan “gangguan identitas gender”, dibebaskan dari kewajiban dan tidak perlu kembali.

Namun, mereka yang belum mengalami perubahan tersebut harus kembali hingga dua tahun lagi, kecuali rumah sakit militer menyatakan mereka tidak mampu.

Sebenarnya mereka juga diperlakukan berbeda.

“Tentara diperintahkan untuk memperlakukan dan menghormati wanita transgender sebagai wanita,” kata Letnan Kolonel Ongard Jamdee.

What do you think?

-1 points
Upvote Downvote

Total votes: 1

Upvotes: 0

Upvotes percentage: 0.000000%

Downvotes: 1

Downvotes percentage: 100.000000%

Bikin Merinding, Buaya ini Mampu Memanjat Pagar Pembatas Danau

Tidur Siang, Saat Bangun Dikira Pagi! Anak Ini Berangkat Sekolah!